STRICT PARENTS

Dalam perjalanan pulang sore tadi aku memutar radio yang biasa kudengar di mobil. Terdengar suara renyah penyiar yang sedang membahas sebuah topik yang menarik, strict parents. Sebagai orang tua otomatis aku tertariklah untuk mendengar.


Penyiar membuka kesempatan pendengar berbicara di telepon untuk memberikan pendapatnya tentang strict parents.


Telp pertama: orang tuaku strict parents, karena susah sekali mendapat ijin menginap di rumah teman. Minta ijinnya harus jauh-jauh hari, itupun belum tentu dikasih.


Telp kedua: orang tuaku strict parents, jam malam berlaku. Tapi jam 10 aja udah kena marah. Kan kesal. Teman-teman masih seru-seruan, aku sudah harus pulang.


Hmmm… Apa sih arti Strict parents?

Pengertian Strict Parents

Strict artinya ketat. Parents artinya orang tua. Strict parents artinya adalah orang tua yang ketat, kaku, atau secara keras membatasi anak dalam bersikap atau juga menghukum dengan keras apabila tidak menurut.

Dalam ilmu psikologi, strict parents adalah orang tua yang memiliki standar tinggi serta sering kali menuntut anaknya.

Ciri-ciri Strict Parents

  1. Banyak menuntut, namun tidak bersikap responsif
    Sifat khas strict parents adalah bersifat otoriter. Mereka membuat banyak tuntutan dan peraturan yang harus dituruti oleh anak kapan pun dan dimana pun dia berada.
    Strict parents menetapkan peraturan-peraturan tidak tertulis dan bahkan ada yang tidak pernah disebutkan namun anak diharapkan paham dan mengerti kemauan orang tuanya.
  2. Kurang memberi kasih sayang
    Anak-anak dengan orang tua strict akan merasa bahwa orang tua mereka kaku, dingin, tidak dekat dengan anak, kasar dan cenderung minim dalam memberikan kasih sayang.
    Disiplin merupakan hal yang sangat penting bagi strict parents, sehingga membentak, memukul dan memberi hukumuan adalah hal yang wajar dilakukan.
  3. Banyak peraturan yang berlebihan
    Strict parents suka menerapkan banyak peraturan pada anak dan peraturan tersebut dinilai berlebihan bagi anak. Contohnya seperti pembatasan jam keluar atau anak harus melaporkan keberadaannya setiap beberapa jam sesuai perintah orang tua.
    Anak akan merasa terkekang. Sebab anak dituntut untuk mampu dan harus mengikuti segala aturan yang dibuat oleh orang tuanya. Akan lebih baik, apabila orang tua hanya menerapkan sedikit peraturan, tetapi peraturan-peraturan tersebut konsisten diterapkan kepada anak.
  4. Sering memberikan hukuman fisik
    Strict parents umumnya tidak akan segan memberikan hukuman fisik pada anak, ketika sang anak dianggap telah melanggar peraturan yang dibuat. Contohnya: memukul anak dengan tali pinggang, menjewer telinga, menampar atau tindakan fisik lain. Anak akan menerima hukuman ketika dianggap tidak patuh atau melanggar peraturan yang dibuat.
  5. Anak tidak diberi kesempatan membuat keputusan sendiri
    Strict parents selalu memutuskan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya dan itu tidak bisa diganggu gugat. Jangan harap anak bisa menentukan pilihan, bahkan pendapat anak juga tidak akan didengar.
  6. Tidak percaya pada anak
    Strict parents tidak mau mendengar anak, sehingga dia tidak akan tahu apa kelebihan dan kekurangan anaknya. Hal ini mengakibatkan orang tua tidak percaya pada kemampuan anaknya dan tidak akan mau memberi kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu yang penting.
  7. Sering mempermalukan anak
    Strict parents cenderung suka mempermalukan anaknya di depan umum. Misalnya memarahi dan membentar anaknya di depan teman-temannya agar anak selalu patuh pada aturan dan peraturan yang dia tetapkan.
    Menurut strict parents menegur anak di depan umum adalah cara memberi motivasi pada anaknya untuk menjadi anak yang baik. Akan tetapi anak malah menjadi minder dan malu di depan teman-temannya. Dia berusaha baik itu karena takut, bukan karena dia benar-benar baik.
  8. Tidak mau meluangkan waktu untuk anak.
    Ciri lainnya dari seorang strict parents ialah tidak memberikan waktu luang bagi anaknya. Contohnya, orang tua akan meminta anak, untuk melakukan hal-hal atau tugas yang sulit. Akan tetapi, orang tua tidak mau memberikan waktu luangnya untuk membantu anak mengerjakan tugas tersebut.
    Sehingga, anak pun akan merasa kesepian serta kesulitan, ketika ia mendapatkan tugas yang membebaninya.
  9. Malas memberi penjelasan pada anak
    Strict parents biasanya ingin anaknya mampu bersikap baik serta mampu memahami semua peraturan tidak tertulis yang mereka terapkan. Akan tetapi, strict parents tidak mau menjelaskan mengenai peraturan tersebut atau menjelaskan kepada anak, mengapa mereka menerapkan peraturan tersebut.

Menjadi strict parents akan membawa dampak yang tidak baik terhadap tumbuh kembang anak. Memaksakan kehendak dan terus-terusan menuntut anak untuk melakukan keinginan dan memenuhi ekspektasi orang tua akan meninggalkan trauma di hati anak, serta mengakitbatkan hubungan yang tidak baik antara orang tua dan anak. Sayangi anakmu. Jangan menjadi strict parents.

Leave a Comment